Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) melanjutkan rangkaian Workshop Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) serta Kurikulum dengan sesi pembahasan kurikulum pada Kamis (22/1) di Hotel Marriott Yogyakarta. Sesi ini difokuskan pada pemaparan arah dan kebijakan Kurikulum UGM 2026 sebagai acuan pengembangan kurikulum di tingkat fakultas dan program studi.
Sesi kurikulum menghadirkan Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Dr. Sigit Priyanta, S.Si., M.Kom., sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Struktur Kurikulum UGM 2026 membawa sejumlah perubahan signifikan, khususnya pada jenjang Sarjana (S1), serta penyesuaian pada jenjang Magister (S2) terkait jumlah satuan kredit semester (SKS) dan masa studi.
Sigit menegaskan bahwa pengembangan kurikulum UGM berlandaskan pada pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang berbasis pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), dengan penekanan tidak hanya pada proses pembelajaran, tetapi juga pada capaian hasil belajar. Orientasi kurikulum diarahkan pada keterkaitan antara OBE dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), serta tetap mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
“Salah satu nilai normatif yang ditekankan dalam Kurikulum UGM adalah transdisciplinary education. Pendekatan ini dirancang untuk mengakomodasi pengembangan bidang studi utama dan bidang studi tambahan, termasuk skema second major dan minor, sebagai ciri khas pendidikan di UGM,” terangnya.
Selain struktur kurikulum, Sigit juga menekankan pentingnya kualitas pembelajaran, baik luring maupun daring, dengan tetap mengacu pada panduan jaminan mutu yang berlaku. Dosen diharapkan dapat mengimplementasikan Outcome-Based Assessment (OBA) secara optimal, termasuk melalui perancangan tugas dan evaluasi pembelajaran yang adaptif, seperti ujian lisan, project-based learning, serta analisis kritis terhadap pemanfaatan AI.

Pada hari kedua workshop, Jumat (23/1), dilaksanakan sesi lanjutan yang secara khusus difokuskan pada penyusunan Kurikulum Sarjana (S1) Fakultas Filsafat UGM serta pembagian dosen pengampu mata kuliah. Dalam sesi ini, para peserta workshop melakukan pembahasan teknis dan penyelarasan kurikulum agar sesuai dengan kebijakan Kurikulum UGM 2026 dan kebutuhan fakultas.
Dalam pembahasan tersebut, disepakati sejumlah hal strategis, antara lain pengelompokan dan penetapan mata kuliah wajib, mata kuliah intensifikasi, serta mata kuliah elektif. Selain itu, dirumuskan pula ketentuan terkait pengambilan mata kuliah di luar program studi, termasuk pengaturan skema lintas prodi, serta sebaran mata kuliah pada semester gasal dan genap guna menjaga keseimbangan beban studi mahasiswa.