Puluhan mahasiswa berkumpul di selasar Fakultas Filsafat UGM, Sabtu (8/3) lalu untuk berpartisipasi dalam kegiatan merawat wayang, atau yang dikenal sebagai ritual ngisis wayang. Kegiatan ini dimulai dengan mengeluarkan wayang kulit dari kotak penyimpanan untuk kemudian dibersihkan dan di-isis atau dianginkan. Proses ini dilakukan sebagai cara pemeliharaan wayang, untuk menghindari potensi kerusakan akibat berbagai faktor alam seperti jamur, serangga, dan lain sebagainya yang dapat merusak bentuk dan motif wayang.
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berkomitmen dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran yang positif dan berorientasi pada pengalaman langsung bagi mahasiswa. Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Hari Baik Kita, pemilik brand dan cafe Dua Kerbau, dalam pengelolaan Archipelago Cafe sebagai laboratorium kewirausahaan di lingkungan Fakultas Filsafat UGM.
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilakukan oleh Dekan Fakultas Filsafat UGM, Prof. Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum., dan Direktur PT Hari Baik Kita, Krishna Taufani Wijaya, pada 24 Januari 2025. Dalam kerja sama ini, Dua Kerbau mendapatkan hak untuk mengelola Archipelago Cafe, dengan tetap melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari tim pengelola.
Pernyataan kontroversial Ahmad Dhani dalam sidang DPR terkait naturalisasi pemain sepak bola mendapat tanggapan dari Dr. Hastanti Widy Nugroho, S.S., M.Hum., dosen Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada yang memiliki kepakaran di bidang feminisme. Ia menyoroti berbagai aspek problematis dalam pernyataan Dhani, mulai dari kesalahpahaman konsep naturalisasi hingga pemikiran patriarkis yang diskriminatif terhadap perempuan.
Dalam sidang tersebut, Ahmad Dhani memberikan usulan agar pemerintah menganggarkan program naturalisasi pemain sepak bola senior dari negara lain untuk dijodohkan dengan perempuan Indonesia dan menghasilkan anak yang diharapkan dapat menjadi pemain bola andal. Pernyataan ini, menurut Widy, memberikan gambaran tentang cara berpikir Ahmad Dhani yang sangat patriarkis dan diskriminatif.
Dekan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Filsafat Pendidikan, Kamis (20/2). Dalam pidato pengukuhannya di Balai Senat UGM, Prof. Murtiningsih menawarkan perspektif revolusioner mengenai peran kecerdasan buatan (AI) dalam membentuk masa depan pendidikan.
Dalam pidatonya yang bertajuk “Mendidik Manusia Bersama Mesin: Filsafat Pendidikan di Era Kecerdasan Buatan”, Murtiningsih menyoroti tantangan dan peluang yang dihadirkan oleh teknologi dalam dunia pendidikan. Ia menekankan bahwa pendekatan ekstrem—baik menyerahkan sepenuhnya pendidikan kepada teknologi maupun menolak sepenuhnya keterlibatan mesin—sama-sama tidak ideal.
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) merayakan pencapaian penting dalam dunia akademik dengan kenaikan jabatan sejumlah dosen, termasuk penetapan Prof. Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum. sebagai guru besar bidang Filsafat Pendidikan.
Penetapan ini menambah jumlah guru besar Fakultas Filsafat UGM menjadi empat orang. Sebelumnya, Fakultas Filsafat UGM telah memiliki tiga guru besar, yaitu Prof. Dr. Lasiyo, M.A., M.M. dan Prof. Drs. M. Mukhtasar, M.Hum., Ph.D. dari Departemen Filsafat Agama, serta Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si. dari Departemen Filsafat Timur. Dengan ditetapkannya Prof. Siti Murtiningsih, kini Fakultas Filsafat UGM memiliki guru besar pertama di Departemen Filsafat Barat.
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menerima kunjungan akademik dari siswa sekolah menengah atas, Selasa (21/1) lalu. Kali ini, sebanyak 308 siswa dan guru pendamping dari SMA Muhammadiyah 10 Surabaya dan MAN 1 Bekasi hadir di Ruang Selasar Lantai 1 untuk mengenal lebih dekat UGM dan Fakultas Filsafat.
Dr. Rizal Mustansyir, M.Hum., sebagai narasumber, membuka sesi dengan pemaparan mengenai sejarah UGM sebagai universitas kebangsaan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Beliau juga menjelaskan berbagai keunggulan UGM, mulai dari kualitas akademik hingga jaringan alumni yang luas. Selain itu, jalur penerimaan mahasiswa, termasuk seleksi nasional dan jalur mandiri, turut menjadi bahasan utama yang menarik perhatian para siswa.
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menorehkan sejumlah capaian penting dalam rapor Target Capaian Kinerja (TCK) tahun 2024, sebagaimana disampaikan dalam Rapat Kerja Fakultas (RKF) yang diselenggarakan pada 17-19 Januari 2025 di Hotel Novotel Solo. Dari 35 indikator yang ditetapkan, beberapa indikator menunjukkan pencapaian yang jauh melampaui target. “Banyak hal sudah berhasil kita capai, tetapi ada hal-hal yang perlu ditingkatkan,” tutur Dekan Fakultas Filsafat, Prof. Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum.
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Rapat Kerja Fakultas (RKF) di Hotel Novotel Solo pada 17-19 Januari 2025. Kegiatan ini diikuti oleh para dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Filsafat, dengan agenda utama meliputi Inventarisasi Program dan Kegiatan 2025, sosialisasi dan pembahasan Target Capaian Kinerja (TCK), serta persiapan perkuliahan semester genap.
Selain itu, dalam rapat ini juga dibahas penyusunan buku panduan skripsi, tesis, dan disertasi, serta pengisian Sistem Informasi Outcome-Based Assessment (SIOBA) dan Sistem Informasi dan Evaluasi (SIMONI). Pembahasan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi administrasi akademik dan mendukung pencapaian akreditasi fakultas.
Pada tanggal 14 Januari 2025, Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar rapat kerja tenaga kependidikan (tendik) di Ruang Persatuan, Lantai 3. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 30 tenaga kependidikan dari berbagai bidang, untuk bersama-sama mengevaluasi pencapaian tahun 2024 sekaligus menyusun rencana kerja untuk tahun 2025.
Rapat dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia (SDM), Dr. Hastanti Widy Nugroho, S.S., M.Hum. Dalam paparannya, ia menyampaikan beberapa poin penting terkait kebijakan universitas yang menjadi panduan fakultas ke depan. Hal ini salah satunya mencakup rencana perubahan skema penilaian insentif berbasis kinerja (IBK) bagi tenaga kependidikan. Beliau juga mengulas pencapaian target kinerja Fakultas Filsafat pada tahun 2024, memberikan arahan, serta memaparkan program-program yang akan menjadi fokus fakultas pada tahun 2025.
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada turut ambil bagian dalam Pameran Pengabdian Masyarakat yang berlangsung pada 10-12 Desember 2024 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM. Acara ini diselenggarakan oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM dan diisi dengan berbagai stan dari fakultas dan unit kerja di lingkungan UGM yang menampilkan berbagai hasil pengabdian masyarakat serta UMKM dari berbagai daerah di Indonesia yang turut memasarkan produk mereka.
Pada booth Fakultas Filsafat, pengunjung disuguhi koleksi unik dari Laboratorium Filsafat Nusantara, video edukasi tentang filsafat, serta poster dan booklet yang memuat dokumentasi kegiatan pengabdian dosen di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, karya-karya pengabdian mahasiswa, khususnya melalui Biro Kegiatan Mahasiswa “Sapiens,” juga mendapat sorotan.