Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) pada 13 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah pelaksanaan perdana pada akhir tahun 2025, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran dan pemantauan kesehatan sivitas akademika.
Sebanyak 87 peserta mengikuti kegiatan ini, meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Peserta berasal dari berbagai unsur di lingkungan Fakultas Filsafat, meliputi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, tenaga alih daya, tenaga harian lepas, hingga penjaga kantin. Keterlibatan lintas elemen ini mencerminkan pendekatan inklusif fakultas dalam membangun budaya hidup sehat yang menjangkau seluruh komunitas kampus.
Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dalam Posbindu PTM ini melibatkan tenaga kependidikan yang telah mendapatkan pelatihan sebagai kader kesehatan, serta didukung oleh ahli gizi dari Gadjah Mada Medical Center (GMC). Berbagai pemeriksaan dasar dilakukan, seperti pengukuran tekanan darah, berat badan, serta indikator kesehatan lainnya, yang bertujuan memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan peserta sekaligus rekomendasi langkah preventif yang dapat dilakukan.
Kepala Kantor Administrasi Fakultas Filsafat, Zainal Mustofa, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mendorong kesadaran kesehatan secara kolektif di lingkungan fakultas. “Melalui skrining awal ini, kami berharap potensi penyakit tidak menular dapat terdeteksi lebih dini sehingga dapat mengurangi risiko gangguan terhadap produktivitas dan kualitas hidup sivitas,” ujarnya.
Kegiatan Posbindu PTM direncanakan berlangsung secara rutin setiap tiga bulan sebagai bagian dari sistem pemantauan kesehatan berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan ini, sivitas akademika diharapkan tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga terdorong untuk mengambil langkah konkret dalam menjaga dan meningkatkan kualitas hidup.
Melalui inisiatif ini, Fakultas Filsafat UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan sivitas akademika secara menyeluruh, tidak hanya dalam aspek intelektual, tetapi juga kesehatan fisik sebagai fondasi penting bagi produktivitas dan keberlanjutan aktivitas akademik.