
SDG 4: Pendidikan Berkualitas
SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Event Category: kuliahumum

SDG 4: Pendidikan Berkualitas
SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh

SDG 4: Pendidikan Berkualitas
SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh

Dalam rangka memulai perkuliahan mahasiswa di semester genap tahun ajaran 2021/2022, Fakultas Filsafat akan menyelenggarakan Kuliah Umum bagi mahasiswa Fakultas Filsafat UGM. Kuliah umum kali ini akan mengambil tema “Teknologi dan Kemanusiaan”
Dr. Irendra Radjawali, anak muda pencipta mesin terbang tanpa awak (Drone) dan yang menarik drone ciptaannya berhasil digunaakan untuk proyek sosial dan kemanusiaan di seluruh wilayah Indonesia
đź“… Rabu, 23 Februari 2022
⏰ 09.00 wib
Link Zoom : http://ugm.id/studiumgnrl2022
Pendidikan dalam arti luas, baik formal, in-formal maupun non-formal menjadi media penting bagi upaya menemukan solusi atas persoalan bangsa ini. Perguruan Tinggi mengemban tugas pada lingkup pendidikan formal, untuk mengembangan karakter atau kepribadian mahasiswa. Untuk itu, Perguruan Tinggi menyelenggarakan Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) yang meliputi mata kuliah Agama,  Pancasila, dan Kewarganegaraan, serta Bahasa Indonesia. Empat mata kuliah ini memiliki posisi yang strategis dalam pembentukan karakter bangsa karena beberapa alasan. Pertama, sebagaimana amanat UU No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, mata kuliah ini bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa di Indonesia. Kedua, mata kuliah ini lebih merupakan soft skill yang diharapkan akan memengaruhi paradigma dan cara pandang mahasiswa. MKWK menjadi sangat penting sebagai landasan moral bagi pengembangan ilmu. Ketiga, matakuliah MKWK mengondisikan mahasiswa untuk senantiasa mengetahui, memahami, bahkan “akrab” dengan problem riil masyarakat di sekitarnya, sehingga mahasiswa tidak akan mudah tercerabut dari akar sosialnya, mahasiswa akan senantiasa respect dengan lingkungannya.

Kuliah ini bertujuan untuk mengeksplorasi gagasan pemikiran tentang bagaimana perubahan budaya terjadi ketika Pandemi Covid-19 dan menempatan kebudayaan sebagai inovasi dan siasat untuk memulihkan sendi-sendiri kehidupan masyarakat dari krisis dan bencana akibat Pandemi Covid-19 dengan cara memberi redefinisi berbasis budaya terhadap konsep Normalitas Baru (New Normal) sebagai sebuah tatanan kebudayaan baru sekaligus salah satu strategi pemerintah dalam memulihkan situasi krisis akibat pandemi Covid-19. Untuk memantik eksplorasi diskusi tentang gagasan filsafat, pandemi dan masa depan kebudayaan, maka perkuliahan perdana Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021 menghadirkan: