Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D of Arts. resmi terpilih sebagai Ketua Senat Fakultas Filsafat Periode 2026-2031. Proses pemilihan dilakukan pada rapat perdana Senat Fakultas Filsafat Periode 2026-2031 yang dihadiri keseluruhan anggota senat sebanyak 13 orang. Melalui musyawarah mufakat, guru besar dari Departemen Filsafat Agama ini kembali diamanahkan memimpin senat fakultas untuk lima tahun ke depan.
Sesuai ketentuan Peraturan Majelis Wali Amanat (MWA) UGM, jabatan Ketua Senat harus dijabat oleh unsur guru besar, sedangkan posisi sekretaris terbuka bagi guru besar maupun non-guru besar. Selaras dengan itu, posisi Sekretaris Senat dipercayakan kepada Drs. Agus Wahyudi, M.Si., M.A., Ph.D. dari Departemen Filsafat Barat—melengkapi pasangan pimpinan senat yang siap menavigasi dinamika akademik satu lustrum ke depan.
“Berdasarkan peraturan MWA UGM, Ketua Senat dari unsur guru besar, sedangkan sekretaris bisa dari unsur guru besar ataupun non-guru besar. Dengan kepemimpinan baru ini, semoga senat akan selalu berada dalam naungan kehangatan dan kekeluargaan,” tutur Dekan Fakultas Filsafat, Prof. Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum.
Rapat pemilihan dipandu oleh dua figur yang mewakili dua sisi spektrum pengalaman di senat: Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si. sebagai anggota senat tertua, dan Dr. M. Rodinal Khair Khasri, S.Fil., M.Phil. sebagai anggota termuda.
Kepemimpinan Prof. Mukhtasar di senat bukan yang pertama. Pada periode 2021–2026, beliau telah mengemban amanah yang sama, didampingi Dr. Heri Santoso, S.S., M.Hum. sebagai sekretaris. Kini dengan wajah baru di kursi sekretaris, ia menegaskan komitmennya untuk mendorong seluruh organ fakultas bekerja sesuai fungsinya.
“Semua organ di fakultas harus aktif, termasuk senat sebagai legislatif. Mohon dukungan agar roda manajemen berjalan dengan baik sesuai perannya masing-masing. Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, dan hal itu bisa disampaikan dalam pertemuan-pertemuan formal dengan susunan senat fakultas yang baru,” ungkap Mukhtasar.
Semangat serupa diungkapkan oleh Sekretaris Senat terpilih. Agus Wahyudi memandang jabatan ini bukan beban tunggal, melainkan tanggung jawab kolektif yang harus diemban bersama seluruh sivitas akademika. Dengan terbentuknya duet pimpinan baru, Senat Fakultas Filsafat UGM memasuki babak baru—membawa spirit musyawarah, semangat inovasi, dan komitmen pada tata kelola yang sehat.
“Ini adalah tugas untuk dijalankan bersama. Fungsi dan organ yang ada di universitas semestinya fungsional untuk memikirkan inovasi, menganalisis tantangan, dan berpikir ke depan,” ucapnya.