Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan International Model United Nations (IMUN), sebuah forum simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa berskala internasional yang diikuti oleh siswa, mahasiswa, serta lulusan perguruan tinggi dari berbagai negara. Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari, pada tanggal 28-30 Januari lalu.
Dalam sambutan pembukaan, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Filsafat UGM, Dr. Iva Ariani, S.S., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta dari berbagai negara. “Selamat datang di Fakultas Filsafat. Kami berharap para mahasiswa dan peserta dapat mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana kepentingan nasional dapat diseimbangkan dengan solidaritas internasional, sekaligus menyadari batas-batas diplomasi dalam menghadapi dinamika kekuatan global,” ujarnya.
Ia juga mendorong para delegasi untuk mengembangkan kepemimpinan yang beretika dan reflektif. “Beranilah dalam berpikir, murah hati dalam mendengarkan, dan bertanggung jawab dalam kepemimpinan. Sampaikan gagasan dengan jelas, namun tetap penuh kehati-hatian. Masa depan tata kelola global bergantung pada para pemimpin yang mampu memadukan kecerdasan dengan empati, serta ambisi dengan kebijaksanaan,” tambahnya.
International Model United Nations (IMUN) merupakan platform akademik internasional yang mempertemukan generasi muda lintas negara dan latar belakang untuk berdiskusi, berdebat, serta merumuskan solusi atas berbagai isu global melalui simulasi sidang-sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa. Para peserta berperan sebagai delegasi negara dalam berbagai dewan internasional, antara lain Dewan Keamanan PBB, UNESCO, WHO, UNDP, dan Dewan HAM PBB, dengan pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan dialog lintas budaya.
Keterlibatan Fakultas Filsafat UGM sebagai tuan rumah IMUN mencerminkan komitmen fakultas dalam memperkuat kerja sama internasional serta membangun sinergi yang berkelanjutan dengan komunitas global. Sebagai fakultas yang menekankan pengembangan pemikiran kritis, etika, dan refleksi filosofis, Fakultas Filsafat UGM memandang IMUN sebagai wahana strategis untuk mengasah nalar argumentatif, kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan, serta kemampuan berdialog di tingkat internasional.
Director of United Nations Information Centre (UNIC), Mr. Miklos Gaspar, dalam pidatonya menekankan bahwa isu-isu yang dibahas dalam IMUN merupakan bagian dari realitas sehari-hari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia mengajak para peserta untuk memandang IMUN sebagai titik awal keterlibatan nyata dalam isu perdamaian, keamanan, dan pembangunan global. “Perubahan dan dampak itu ada di tangan Anda semua. IMUN merupakan awal yang sangat baik untuk memulainya,” tuturnya.
Ia juga mendorong para peserta untuk terus berkontribusi bagi dunia yang lebih baik, dimulai dari lingkungan terdekat. “Lakukan sesuatu untuk dunia yang lebih baik, pertama-tama di lingkungan Anda sendiri, kemudian di antara orang-orang yang dapat Anda pengaruhi, dan pada akhirnya bagi dunia,” lanjutnya.