Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Sosialisasi Insentif Kinerja Dosen (IKD) pada Selasa (7/7). Kegiatan ini menghadirkan Direktur Sumber Daya Manusia UGM, Prof. Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D., sebagai narasumber dan menjadi ruang bagi dosen untuk memperoleh pemahaman mengenai mekanisme serta komponen penilaian IKD.
Dalam pemaparannya, Suadi menjelaskan bahwa IKD dikembangkan berangkat dari evaluasi mengenai keterkaitan antara kesejahteraan dan kinerja dosen. Menurutnya, diperlukan sistem yang dapat menghubungkan peningkatan kesejahteraan dengan kinerja dosen secara lebih terukur.
“IKD berawal dari evaluasi antara kesejahteraan dengan kinerja dosen. Bagaimana mengaitkan kedua hal tersebut,” jelas Suadi.
Ia juga menjelaskan bahwa salah satu latar belakang pengembangan sistem tersebut adalah kondisi kesejahteraan dosen muda dan minat terhadap formasi dosen tetap UGM. Rekrutmen dosen tetap UGM yang terisi tidak pernah mencapai separuh formasi yang tersedia menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi, termasuk dari sisi kesejahteraan dan sistem insentif yang berlaku.
Dalam pemenuhan ketentuan IKD, dosen perlu memenuhi minimum 16 SKS. Pemenuhan tersebut merupakan perpaduan antara Beban Kerja Dosen (BKD) dengan tambahan IKD yang mencakup unsur penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan unsur penunjang.
Pada unsur pendidikan, data akan ditarik secara otomatis dari SIA Simaster. Dosen tidak perlu melakukan input secara mandiri karena pengelolaan berkas seperti SK mengajar, SK pembimbing, dan SK penguji menjadi tanggung jawab fakultas. Kelebihan beban pada unsur pendidikan juga tetap dihargai dan diperhitungkan.
Sementara itu, data penelitian dan pengabdian kepada masyarakat akan ditarik secara otomatis dari SISTER BKD. Untuk unsur penelitian, beberapa luaran yang dapat diklaim meliputi buku ber-ISBN, artikel jurnal, dan prosiding terindeks.
Adapun unsur penunjang diharapkan dapat dipenuhi melalui keterlibatan dosen dalam berbagai kegiatan fakultas, salah satunya dengan menjadi panitia kegiatan. Melalui sosialisasi ini, dosen mendapatkan penjelasan mengenai komponen yang diperhitungkan dalam IKD serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemenuhannya.
“Harapannya, dosen dapat terlibat dalam kegiatan yang ada di fakultas. Contohnya menjadi panitia kegiatan,” terangnya.