Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Senawangi) dan Kementerian Kebudayaan RI menyelenggarakan Sarasehan Wayang dengan tema “Urgensi Perlindungan Kekayaan Intelektual Seni Pewayangan dan/atau Pedalangan” pada tanggal 22 Agustus lalu. Acara yang dihadiri pegiat seni, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum ini menjadi ruang penting untuk membicarakan perlindungan warisan budaya adiluhung bangsa di tengah tantangan zaman modern.
SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Suasana penuh keceriaan dan kehangatan mewarnai kegiatan Family Gathering Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada yang diselenggarakan pada Jumat, 26 Juli 2024. Bertempat di lingkungan Fakultas Filsafat, acara ini menjadi salah satu rangkaian dalam peringatan Dies Natalis ke-58 fakultas dan diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan (tendik), mahasiswa, serta keluarga besar Fakultas Filsafat UGM.
Acara juga dihadiri oleh beberapa dosen dan tendik purnatugas, menjadikan kegiatan ini sebagai momen reuni lintas generasi yang mempererat jalinan silaturahmi dan kebersamaan keluarga besar Fakultas Filsafat. Suasana kekeluargaan terasa begitu kuat sejak awal hingga akhir kegiatan, dengan berbagai agenda seperti lomba-lomba seru, makan bersama, hiburan, dan pembagian doorprize.
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Festival Karawitan dan Bazar Nusantara pada 19–20 Juli 2025, sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis ke-58. Tahun ini, sebanyak 47 kelompok karawitan ambil bagian, menjadikan festival ini salah satu kegiatan budaya yang tidak hanya meriah, tetapi juga inklusif, dengan melibatkan peserta lintas generasi mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Dari 47 kelompok yang tampil, 23 berasal dari lingkungan UGM, mencakup dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan Dharma Wanita. Sementara 24 kelompok lainnya berasal dari luar kampus, mulai dari instansi pemerintah, komunitas lokal, hingga kelompok masyarakat umum. Beberapa di antaranya bahkan datang dari luar kota, seperti kelompok karawitan KAGAMA yang anggotanya tersebar dari berbagai daerah.
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan berkelanjutan berbasis kearifan lokal melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar di Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan pengabdian bertajuk Pengembangan Pendidikan Berkelanjutan melalui Seni Pertunjukan Tradisional Macapat ini menjadi langkah konkret fakultas dalam menjembatani nilai-nilai lokal dengan tantangan zaman, sekaligus memperkuat peran seni sebagai medium pendidikan dan pembentukan karakter masyarakat.
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Globethics dan Yayasan Dharma Etika Madani (YADEMA) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Ethics in Higher Education pada 10–13 Juni 2025.
FGD ini menghadirkan Meggy Kantert, pakar dari Globethics yang memiliki pengalaman luas dalam pendidikan etika dan kepemimpinan bertanggung jawab di tingkat internasional. Ia memimpin rangkaian diskusi dan lokakarya intensif bersama dosen dan pemangku kepentingan UGM untuk menyusun kerangka modul mengenai Ethics in Higher Education, yang dirancang secara khusus untuk tenaga pendidik di perguruan tinggi.
Sebagai bagian dari komitmen membangun pendidikan yang utuh dan berkesadaran, Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap menyelenggarakan lokakarya pengembangan modul pelatihan dan pendampingan bertajuk Membangun Jiwa Merdeka Berbasis Filsafat dan Tasawuf.
Kegiatan ini diinisiasi oleh tiga dosen Fakultas Filsafat yaitu Imam Wahyudi, M.Hum., Dr. Heri Santoso, dan Dr. Abdul Malik Usman, M.Si., sebagai bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi tindak lanjut nyata dari nota kesepahaman antara UGM dan UNUGHA. Lokakarya ini menjadi langkah awal untuk merancang pendekatan pelatihan dan coaching yang ditujukan bagi para pendidik, dengan harapan dapat memperkuat ketangguhan batin dan spiritualitas dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan masa kini.
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada kembali menggelar Philosophy Essay Competition (PEC), sebuah kompetisi esai tahunan yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-14. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, PEC 2025 hadir dengan cakupan yang lebih luas. Selain terbuka untuk siswa SMA/sederajat kelas 10 dan 11, kompetisi tahun ini juga menyambut partisipasi dari mahasiswa aktif program Diploma dan Sarjana seluruh Indonesia.
PEC 2025 menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-58 Fakultas Filsafat UGM, yang mengusung tema besar “Open Science: Democratizing Knowledge, Empowering the Marginalized.” Tema ini menjadi dasar pemilihan tajuk utama PEC 2025: “Sains Terbuka, Untuk Siapa?” Dalam konteks ini, Fakultas Filsafat mengajak generasi muda untuk merenungkan bagaimana pendidikan seharusnya menjadi alat bagi masyarakat marginal untuk membebaskan diri dari ketidakadilan.
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada pada tahun ini akan memperingati Dies Natalis ke-58, menandai perjalanan panjang Fakultas Filsafat yang telah hadir selama hampir enam dekade memberikan kontribusi keilmuan dan pemikiran filsafat bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban. Peringatan Dies Natalis kali ini mengusung tema “Open Science: Democratizing Knowledge, Empowering the Marginalized”. Hal ini menjadi momentum untuk merefleksikan kembali peran filsafat dalam mendorong keadilan pengetahuan dan keterbukaan akses terhadap ilmu.
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Samudra (Unsam) dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kesepakatan ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani Dekan Fakultas Filsafat dan Rektor Unsam Selasa (6/5) lalu di Fakultas Filsafat.
Perjanjian kerja sama ini mencakup tiga ruang lingkup utama, yaitu bidang akademik, penelitian dan publikasi karya ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini bertujuan mempererat sinergi antar perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pendidikan, serta perluasan dampak sosial akademik di tengah masyarakat.
Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan acara Syawalan Keluarga Besar pada Selasa, 8 April 2025. Mengusung tema “Kembali ke Fitrah, Tingkatkan Etos Kerja”, acara ini menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas akademik dan administratif setelah menjalani libur Idulfitri. Acara yang digelar di hari pertama masuk kerja ini juga bertepatan dengan sehari sebelum pelaksanaan Ujian Tengah Semester dimulai, sehingga menjadi momen tepat untuk menyegarkan semangat dan memperkuat kebersamaan di lingkungan fakultas.