Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-59 Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa (18/8) turut diisi dengan pidato ilmiah oleh Dr. Ridwan Ahmad Sukri, S.S., M.Hum. Pidato berjudul “Mengelola, Bukan Meniadakan: Humanisme Agonistik dan Jalan Damai” tersebut membahas pemikiran Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengenai konflik, perang, dan perdamaian serta relevansinya dalam membangun kehidupan yang damai.
Mengawali pidatonya, Ridwan menyoroti berbagai konflik bersenjata yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Kondisi tersebut menjadi konteks untuk membingkai kembali cara memahami konflik dan perdamaian melalui pemikiran Gus Dur. “Melalui kesempatan ini, saya akan mencoba membingkai ulang lanskap konflik dan perdamaian dalam kerangka pemikiran Abdurrahman Wahid (Gus Dur),” tutur Ridwan.