Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada kembali menggelar Festival Karawitan dan Bazar Nusantara di Lapangan Fakultas Filsafat UGM, tanggal 18-19 Juli lalu. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-59 Fakultas Filsafat UGM ini menghadirkan puluhan kelompok karawitan dari berbagai daerah.
Pembukaan festival dihadiri oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., yang menyampaikan apresiasi atas konsistensi Fakultas Filsafat dalam mendukung pelestarian kebudayaan Indonesia melalui ruang akademik.
“Kami mengapresiasi semua usaha yang dilakukan oleh Fakultas Filsafat. Tentunya UGM sebagai universitas yang salah satu jati dirinya adalah pusat kebudayaan, sangat mendukung semua geliat yang berkaitan dengan budaya. Kampus menjadi ruang hidup dari pelestarian dan pengembangan budaya,” ucapnya.
Menurutnya, kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi budaya bangsa.
Dekan Fakultas Filsafat UGM, Prof. Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum., menegaskan bahwa perhatian terhadap seni dan budaya merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menghidupi nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat. “Fakultas Filsafat terus memberikan semangat dan menghidupi seluruh nilai tradisi yang tanpa kita sadari menjadi roh kehidupan kita bersama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dekan berharap festival ini dapat berkembang menjadi ajang kebudayaan yang semakin inklusif dan menjangkau kelompok-kelompok seni dari berbagai wilayah Indonesia. “Mudah-mudahan ini semakin besar. Kalau tahun ini merambah dari Jakarta, Temanggung, Solo, besok bisa sampai Papua atau Aceh. Saya kira dari ujung Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, pasti ada. Kita punya PR untuk menggayutkan itu semua,” lanjut Dekan.
Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk terus mencintai, mempelajari, dan melestarikan seni budaya Indonesia sebagai bagian dari kekayaan intelektual dan identitas bangsa.
Dukungan juga datang dari Ruli Andriadi, Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Warisan Budaya Dinas Kebudayaan DIY. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi UGM dalam upaya pelestarian budaya, khususnya seni karawitan.
“Pemerintah Daerah DIY memiliki komitmen yang kuat terhadap pelestarian karawitan. Kami memberikan apresiasi kepada UGM yang telah mengambil bagian dalam upaya tersebut. Harapannya, pada tahun-tahun mendatang festival ini dapat ikut menyemarakkan Bulan Warisan Budaya,” kata Ruli.
Ketua Panitia, Dr. Sartini, menjelaskan bahwa festival ini telah diselenggarakan secara rutin sejak tahun 2017 dan terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pada tahun ini, festival menghadirkan 52 kelompok karawitan yang berasal dari lingkungan UGM maupun luar UGM.
“Festival ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-59 Fakultas Filsafat. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2017, antusiasme peserta terus meningkat. Tahun ini ada 52 kelompok karawitan yang berpartisipasi, baik dari lingkungan UGM maupun luar UGM,” ungkapnya.